Logo Kelola POSKelola
Semua paket

Kas masuk, kas keluar, dan kas fisik di laci

Tiga istilah uang laci yang sering tertukar. Kas Masuk dan Kas Keluar dicatat selama shift berjalan, Kas Fisik diisi sekali saat tutup shift.

Tersedia di paket Starter, Growth, Enterprise

Lihat langkah-langkahnya· 8 langkah
Langkah-langkahnya · 8
  1. 1Kas Masuk: uang yang ditambahkan ke laci di luar penjualan
  2. 2Kas Keluar: uang yang diambil dari laci di luar penjualan
  3. 3Kas Fisik di laci: hasil menghitung uang saat tutup shift
  4. 4Contoh satu shift
  5. 5Mencatat Kas Masuk atau Kas Keluar
  6. 6Isi nominal dan alasan
  7. 7Salah input? Hapus
  8. 8Tutup shift seperti biasa
  1. Langkah 1

    Kas Masuk: uang yang ditambahkan ke laci di luar penjualan

    Dicatat saat uangnya dimasukkan ke laci, selama shift berjalan. Contoh: pemilik menaruh Rp50.000 uang receh untuk kembalian, atau menambah modal laci di tengah hari. Uang dari penjualan tunai TIDAK dicatat sebagai Kas Masuk, karena sistem sudah menghitungnya otomatis dari setiap transaksi.

  2. Langkah 2

    Kas Keluar: uang yang diambil dari laci di luar penjualan

    Dicatat saat uangnya diambil dari laci. Contoh: membeli es batu Rp20.000, membayar galon, atau pemilik mengambil Rp100.000. Kembalian untuk pembeli TIDAK dicatat sebagai Kas Keluar, karena sudah dihitung di transaksi.

  3. Langkah 3

    Kas Fisik di laci: hasil menghitung uang saat tutup shift

    Jumlah semua uang tunai yang benar-benar ada di laci saat shift ditutup, hasil menghitung lembar demi lembar. Diisi sekali saja di layar Tutup Shift pada kolom Kas fisik di laci. Jangan dicatat lewat Kas Masuk.

  4. Langkah 4

    Contoh satu shift

    Modal awal Rp100.000. Penjualan tunai seharian Rp350.000 (otomatis). Kas Masuk receh dari pemilik Rp50.000. Kas Keluar beli es batu Rp20.000. Uang yang seharusnya ada di laci: 100.000 + 350.000 + 50.000 - 20.000 = Rp480.000. Saat tutup shift kamu menghitung laci dan mendapat Rp480.000, lalu mengisi 480.000 di Kas fisik di laci. Selisihnya 0.

  5. Langkah 5

    Mencatat Kas Masuk atau Kas Keluar

    Di kepala layar kasir, tekan Shift Aktif. Terlihat modal awal, total kas masuk, total kas keluar, dan catatan shift ini. Tekan Kas Masuk atau Kas Keluar sesuai kejadiannya.

  6. Langkah 6

    Isi nominal dan alasan

    Isi nominal, pilih alasan, dan tulis keterangan bila perlu, misalnya "es batu 2 karung". Alasan Kas Keluar: Belanja bahan, Operasional, Diambil pemilik, atau Lainnya. Tekan Simpan.

  7. Langkah 7

    Salah input? Hapus

    Selama shift belum ditutup, catatan bisa dihapus melalui ikon tempat sampah. Kasir hanya bisa menghapus catatannya sendiri, pemilik dan manajer bisa menghapus semua.

  8. Langkah 8

    Tutup shift seperti biasa

    Kas seharusnya otomatis ditambah kas masuk dan dikurangi kas keluar. Rinciannya tampil di hasil tutup shift dan laporan harian email.

Kesalahan yang paling sering: memasukkan jumlah uang di laci sebagai Kas Masuk saat tutup shift, lalu membiarkan Kas fisik di laci kosong. Akibatnya kas seharusnya membengkak dan kas fisik tercatat Rp0, sehingga muncul selisih minus yang besar. Uang di laci cukup diisi di Kas fisik di laci.

Belanja bahan dari laci tetap dicatat juga di Bahan Baku melalui Tambah Stok supaya stok dan HPP bertambah. Pilih Sudah Dibayar, Tunai. Kas Keluar hanya untuk mencocokkan isi laci, jadi tidak tercatat dua kali.

Di paket Enterprise, Kas Keluar dengan alasan Operasional otomatis masuk ke menu Pengeluaran dan laporan laba rugi.

Siap mencobanya di tokomu?

Daftar gratis dan ikuti panduan ini langsung di aplikasi.

Kas masuk, kas keluar, dan kas fisik di laci